DEPOSTJABAR.COM.- Jumlah langkah per hari sering dikaitkan dengan umur panjang. Namun, pertanyaan berapa langkah per hari untuk umur panjang ternyata memiliki jawaban yang lebih fleksibel dari yang banyak dipercaya.
Para ahli menyebut, umur panjang tidak hanya ditentukan faktor genetik. Kebiasaan harian seperti olahraga, termasuk jumlah langkah per hari, berperan besar dalam menurunkan risiko penyakit serius.
Risiko kematian akibat penyakit jantung, kanker, hingga stroke dapat ditekan dengan gaya hidup aktif. Karena itu, manfaat jalan kaki menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan tubuh.
Menurut laporan yang dikutip dari Parade, tiga dokter menegaskan bahwa olahraga adalah faktor utama dalam mendukung umur panjang. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki pun sudah memberikan dampak besar.
Dr. Dawn Mussallem menjelaskan bahwa olahraga tidak hanya memperkuat jantung. Aktivitas fisik juga memengaruhi hampir seluruh organ tubuh.
Penelitian dalam JAMA Network Open menunjukkan bahwa orang yang aktif memiliki risiko kematian dini 29–36 persen lebih rendah. Hal ini memperkuat pentingnya jumlah langkah per hari.
Sementara itu, Dr. Jennifer Timmons menambahkan bahwa manfaat jalan kaki meliputi peningkatan fungsi jantung, penurunan tekanan darah, dan sirkulasi darah yang lebih baik.
Tak hanya fisik, manfaat jalan kaki juga berdampak pada otak. Dr. Natalia Sadowski menyebut olahraga sebagai “senjata†penting untuk menjaga fungsi kognitif.
Lalu, berapa langkah per hari untuk umur panjang? Para ahli menyarankan minimal 2.600 hingga 2.800 langkah per hari atau sekitar 20–25 menit berjalan kaki.
Pada jumlah langkah per hari tersebut, efek penurunan risiko kematian dini mulai terlihat. Artinya, bahkan aktivitas ringan sudah memberi manfaat kesehatan.
Namun, manfaat maksimal akan terasa jika jumlah langkah per hari meningkat hingga 8.800 sampai 10.000 langkah. Di level ini, perlindungan terhadap penyakit semakin kuat.
Penelitian yang dimuat dalam Journal of the American College of Cardiology menyebutkan, berjalan sekitar 2.517 langkah per hari sudah mulai menurunkan risiko kematian dini.
Sementara itu, studi dalam American Journal of Preventive Medicine menemukan bahwa jalan cepat selama 15 menit bisa menurunkan risiko kematian hingga 19 persen.
Penelitian lain dalam The Lancet Public Health menunjukkan bahwa 7.000 langkah per hari dapat mengurangi risiko kematian dini hingga 47 persen.
Bahkan, jumlah sekitar 8.763 langkah per hari disebut mampu menurunkan risiko kematian hingga 60 persen. Ini menunjukkan manfaat jalan kaki yang sangat signifikan.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa konsistensi lebih penting daripada angka. Jika belum mampu mencapai 7.000 langkah, peningkatan dari 2.000 ke 4.000 langkah pun sudah berdampak positif.
Menurut Dr. Natalia Sadowski, kebiasaan kecil seperti berjalan setelah makan atau melakukan gerakan ringan secara rutin juga membantu meningkatkan umur panjang.
Dengan demikian, berapa langkah per hari untuk umur panjang tidak harus selalu tinggi. Yang terpenting adalah menjaga kebiasaan aktif setiap hari secara konsisten. (Ina)






