DEPOSTJABAR.COM (TASIKMALAYA).- Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya menggelar halal bihalal yang dibarengkan dengan ekspose desain masjid. Langkah awal ini jadi penanda kuat: kebersamaan dirajut, pembangunan rumah ibadah dimulai.
Ketua IKM Tasikmalaya, Syahrial Koto menyebut momen ini krusial. Anggota yang selama ini hanya sapa lewat WhatsApp akhirnya tatap muka.
“Halal bihalal ini untuk kebersamaan. Kita rajut lagi kekompakan dan keakraban,†ujarnya, Minggu (19/04/2026), di Kelurahan Setiamulya, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.
Tak sekadar kumpul, acara juga jadi panggung pemaparan desain awal masjid. Nantinya masjid ini disiapkan jadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial warga Minang di Tasikmalaya.
Syahrial menegaskan, pembangunan tidak jalan sendiri. Semua lewat mufakat. Prosedur hukum dan perizinan diikuti.
“Desain sudah disepakati bersama dan punya dasar hukum. Tapi keputusan tetap bareng-bareng biar sejalan,†jelasnya.
Tahap berikutnya, tim akan susun naskah akademik untuk konsultan teknik sipil, lalu urus izin lingkungan dan IMB.
“Target kami tahun ini letakkan monumen pembangunan. Catatannya, izin dan kajian teknis beres dulu,†kata Syahrial.
Ia berharap masjid ini jadi simbol persatuan. Transparansi desain dan anggaran dibuka agar warga semakin semangat bersedekah.
Ini kerja bersama. Jangan ada yang jalan sendiri,†pesannya.
Syahrial menambahkan, pembangunan bersifat jangka panjang. Terbuka untuk semua.
“Bukan untuk hari ini saja, tapi generasi depan. Sudah di-warmarking notaris. Kalau pengurusan sekarang baru sampai pondasi, pengurusan berikutnya lanjutkan. Rencana teknis tetap jalan,†tandasnya.
Ketua Panitia Pembangunan Masjid Yelviendra mengakui anggarannya besar.
“Sekitar Rp 17 miliar. Tapi ini rumah Allah. Jangan takut angka. Sebagai muslim, kita nggak mau pembangunan masjid berhenti,†ujarnya optimistis.
Yelviendra menegaskan, masjid ini bukan eksklusif untuk warga Minang.
“Terbuka untuk siapa pun yang mau sedekah dan berkontribusi, khususnya warga Kota dan Kabupaten Tasikmalaya,†katanya.
Menurutnya, bangun rumah Allah butuh kesabaran dan dukungan luas.
“Ini proses panjang. Harapan kami, warga Minang tetap solid, warga sekitar dan pemda ikut dukung biar lancer,†ucapnya.
Ia menutup dengan harapan besar.
“Semoga ini jadi amal jariyah bersama. Manfaatnya dirasakan sekarang sampai generasi berikutnya.†paparnya. (M. Kris)






