DEPOSTJABAR.COM (BANDUNG).- Kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Babakan Penghulu, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, dilaksanakan pada Kamis (23/4/2026) pukul 08.00 hingga 10.20 WIB.
Agenda ini menjadi momentum strategis untuk menilai perkembangan kelembagaan sekaligus merumuskan langkah akseleratif dalam penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan, di antaranya Sekretaris Camat (Sekcam) Cinambo, Gugun Gunawan, S.Sos, M.Si, Lurah Babakan Penghulu Ana, S.Sos, M.Si, serta Tim Monev Kecamatan yang dipimpin oleh Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Cinambo, Hj. Nunung Siti Nurfarida, SE, M.AP. Turut hadir pula jajaran pengurus KKMP Babakan Penghulu, yakni Ketua Syarifudin, SE., Sekretaris Radifan, ST, Kepala Bidang Usaha Imran R, serta anggota pengurus lainnya.
Lurah Babakan Penghulu, Ana S. Sos, M.Si mengungkapkan, pihaknya merasa senang ditengah keterbatasan yang dimiliki KKMP Babakan penghulu telah berhasil mendapatkan nilai Baik dari Tim Monev Kecamatan Cinambo.
“Tentunya hasil atau nilai tersebut didapat dengan indikasi bahwa KKMP Babakan Penghulu ini sudah melakukan berbagai upaya untuk keberadaan dan kemajuan KKMP ini,†katanya.
Lurah Babakan Penghulu yang juga sebagai pengawasan KKMP mengungkapkan bahwa KKMP Babakan Penghulu sudah melakuan Pra RAT dan RAT pada tanggal 29 Maret 2026.
“Artinya, ini bahwa KKMP sudah taat dan laksanakan aturan koperasi yang setiap tahun harus melaksanakan RAT. Alhamdulillah, kami sudah melaksanakananya,†jelas Ana.
Diungkapkannya, pihaknya tak henti hentinya terus mengajak warga Kelurahan Babakan Penghulu untuk masuk menjadi anggota KKMP Babakan Penghulu.
“Kita harapkan kedepan, KKMP Bapeng ini semakin banyak anggotanya dan memberi manfaatnya banyak juga bagi anggotanya,†tutur Ana.
Kendala Operasional
Sementara itu, dalam paparannya, Ketua KKMP Babakan Penghulu, Syarifudin menyampaikan sejumlah kendala operasional yang masih dihadapi. Di antaranya adalah belum tersedianya kantor sekretariat koperasi dan gerai usaha sebagai pusat aktivitas ekonomi koperasi. Ketiadaan infrastruktur ini berdampak pada terbatasnya ekspansi usaha dan pelayanan kepada anggota.
Selain itu, pertumbuhan jumlah anggota juga belum menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini dipicu oleh adanya miskomunikasi di tengah masyarakat terkait program koperasi. Beredar hoaks bahwa pemerintah akan memberikan bantuan dana sebesar Rp 3 miliar dalam bentuk pinjaman tunai, padahal faktanya bantuan tersebut bersifat in natura dengan prasyarat tertentu, termasuk kepemilikan kantor dan gerai koperasi.
Situasi ini menunjukkan pentingnya strategi komunikasi publik yang lebih efektif dan berbasis literasi ekonomi agar kepercayaan masyarakat terhadap koperasi dapat diperkuat.
Capaian Strategis: Fondasi Sudah Mulai Terbangun
Dijelaskan Syarifudin, di tengah berbagai tantangan tersebut, KKMP Babakan Penghulu juga mencatat sejumlah capaian penting:
1. Pelaksanaan RAT 2025
Rapat Anggota Tahunan (RAT) telah berhasil dilaksanakan, menghasilkan konsolidasi modal awal yang bersumber dari simpanan pokok dan simpanan wajib pengurus, pengawas, serta anggota. Ini menjadi indikator awal terbentuknya collective ownership dalam koperasi.
2. Keputusan Strategis Berbasis Kelayakan Bisnis
Rencana kerja sama digitalisasi sistem koperasi dengan PT USI tidak dilanjutkan. Keputusan ini diambil secara rasional berdasarkan studi kelayakan bisnis dari pengalaman KKMP lain serta rekomendasi Dinas Koperasi Kota Bandung. Hal ini mencerminkan meningkatnya kapasitas pengambilan keputusan berbasis data (evidence-based decision making).
3. Restrukturisasi Kepengurusan
Terbentuknya kepengurusan baru hasil RAT menjadi energi baru dalam melanjutkan operasional koperasi dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap tantangan dan peluang.
4. Inisiasi Kolaborasi Ekonomi
Menurutnya, KKMP mulai membangun sinergi dengan berbagai pihak, antara lain:
SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di wilayah Kelurahan Babakan Penghulu dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pelaku usaha catering local. Kemitraan dengan KKMP Sukaluyu yang telah memiliki omzet usaha yang relatif besar
“Kolaborasi ini membuka peluang integrasi rantai pasok (supply chain integration) yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi koperasi,â€tandas Syarifudin.
Hasil Penilaian Monev: Kategori “Baikâ€
Berdasarkan hasil Monitoring dan Evaluasi yang dilakukan oleh Tim Kecamatan Cinambo, KKMP Babakan Penghulu memperoleh skor 27, yang menempatkan koperasi ini dalam kategori “Baikâ€.
Capaian ini menunjukkan bahwa secara kelembagaan dan operasional, KKMP telah memiliki fondasi yang cukup kuat, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya pada penguatan infrastruktur fisik, ekspansi keanggotaan, dan optimalisasi unit usaha.
Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan skala ekonomi dan daya saing, KKMP Babakan Penghulu turut mendorong pembentukan Koperasi Sekunder KKMP Kota Bandung sebagai wadah kolaborasi antar koperasi di tingkat kota.
Inisiatif ini memiliki beberapa nilai strategis kunci: Media Kolaborasi dan Sinergi Usaha. Mengintegrasikan potensi usaha antar KKMP sehingga tercipta ekosistem koperasi yang saling menguatkan, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Peningkatan Bargaining Power
Dengan skala kolektif, koperasi memiliki posisi tawar yang lebih kuat dalam bernegosiasi dengan principal supplier dan produsen bahan kebutuhan pokok (sembako), khususnya di Kota Bandung.
Efisiensi Rantai Pasok (Supply Chain Efficiency)
Pembelian dalam skala besar (bulk purchasing) memungkinkan harga yang lebih kompetitif, margin usaha yang lebih sehat, serta stabilitas pasokan bagi anggota.
Akselerasi Pertumbuhan Usaha
Koperasi sekunder dapat berperan sebagai agregator bisnis, distributor, bahkan off-taker bagi unit usaha KKMP di tingkat kelurahan.
Langkah ini mencerminkan pergeseran paradigma dari koperasi berbasis lokal menuju model networked cooperative ecosystem yang lebih modern dan berdaya saing tinggi.
“Melalui kegiatan Monev ini, terlihat bahwa KKMP Babakan Penghulu berada pada fase institutional strengthening, yaitu tahap krusial dalam membangun fondasi organisasi, tata kelola, dan model bisnis yang berkelanjutan,†kata Syarifudin.
Ditegaskannya, dengan capaian skor “Baik†dalam Monev serta inisiatif strategis pembentukan koperasi sekunder, KKMP Babakan Penghulu menunjukkan arah transformasi yang semakin jelas: dari koperasi rintisan menuju koperasi yang terintegrasi dan berdaya saing.
“Tantangan yang ada menjadi ruang pembelajaran, sementara kolaborasi menjadi kunci akselerasi. Dengan dukungan pemerintah, penguatan kapasitas pengurus, serta keberanian mengambil langkah strategis, KKMP Babakan Penghulu berpotensi menjadi model koperasi unggulan yang replikatif,†pungkas Ketua KKMP Babakan Penghulu, Syarifudin. (r/Her).
