Kirab Panji Sunda 2026 Dimajukan, Dedi Mulyadi Ikut Berjalan di Sumedang

DEPOSTJABAR.COM.- Kirab Panji dan Mahkota Kemaharajaan Sunda dalam rangka Milangkala Tatar Sunda 2026 dipastikan digelar lebih awal. Acara pembukaan dijadwalkan Sabtu, 2 Mei 2026 di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Kepastian ini disampaikan dalam rapat koordinasi di Gedung Pakuan, Selasa (28/04/2026).

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin langsung pertemuan yang dihadiri Sekretaris Daerah Herman Suryatman, Bupati Sumedang, serta jajaran Karaton Sumedang Larang.

Jadwal Dimajukan, Rute Disesuaikan

Dalam kesempatan tersebut, Radya Anom Rd. Luky Djohari Soemawilaga menjelaskan, rangkaian Milangkala Tatar Sunda semula direncanakan 8–18 Mei 2026. Kini, jadwal dimajukan menjadi 2–17 Mei 2026.

“Pembukaan diawali Sabtu, 2 Mei 2026 di Sumedang melalui Kirab Panji dan Mahkota Kemaharajaan Sunda,” ujarnya.

Sehari sebelumnya, Jumat (1/5), kirab panji akan start dari Kecamatan Darmaraja menuju Sri Manganti. Rangkaian adat ngaruhan panji digelar Kamis (30/4) sebagai bagian dari prosesi sakral di Darmaraja.

Tokoh Adat dan Pemerintah Hadir Bersama

Kirab ini akan dihadiri Gubernur Dedi Mulyadi yang turut berjalan dalam prosesi.

Dedi Mulyadi direncanakan didampingi unsur pemerintah daerah dan tokoh adat dari Karaton Sumedang Larang.

Perwakilan karaton yang hadir antara lain Sri Radya R.I. Lukman Soemadisoeria, Radya Anom Rd. Luky Djohari Soemawilaga, Rd. Lily Soemawilaga, Rd. Endi Setiaji, dan Rd. Brian Abriansyah.

Rute Melintasi 9 Kabupaten/Kota

Meski mengalami penyesuaian rute, kirab tetap melibatkan sembilan kabupaten/kota sesuai rencana awal. Penyesuaian dilakukan agar sinkron dengan agenda Hari Jadi Sumedang.

Sekretaris Daerah Herman Suryatman ditunjuk mengoordinasikan teknis pelaksanaan. Termasuk pembagian tugas kepada organisasi perangkat daerah sesuai lintasan kirab.

Lebih dari Sekadar Tradisi

Kirab Panji dan Mahkota yang disinergikan dengan Milangkala Tatar Sunda memiliki makna multidimensi.

Selain melestarikan adat dan menghormati leluhur, kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi pembangunan.

Proyek-proyek yang didanai APBD Provinsi Jawa Barat di sepanjang jalur kirab akan ditinjau ulang efektivitasnya. Pendekatan ini memadukan pelestarian budaya dengan akuntabilitas pembangunan.

Sinergi Budaya dan Pembangunan

Milangkala Tatar Sunda 2026 bukan sekadar perayaan. Ini adalah upaya kolaboratif antara pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat untuk menjaga warisan leluhur sembari menata masa depan.

Dengan jadwal yang dimajukan dan rute yang disesuaikan, diharapkan seluruh rangkaian berjalan tertib, optimal, dan bermakna bagi semua pihak. (Ina)