DEPOSTJABAR,COM (TASIKMALAYA).- Universitas Islam Tasikmalaya (Unitas) resmi membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi Satgas (PPKPT), Selasa 28/4/2026, di aula kampus bersamaan dengan seminar edukasi.
Rektor Unitas, Ade Zaenul Mutaqin menegaskan, Satgas PPKPT dibentuk sebagai wujud kepatuhan terhadap regulasi pemerintah dan komitmen kampus.
“Kami ingin kampus jadi ruang tumbuh yang aman. Mahasiswa harus paham haknya, tahu batasannya, dan berani mencegah perundungan,†ucapnya.
Acara ini tidak hanya untuk mahasiswa. Pelajar SMA dan guru kesiswaan dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya juga dilibatkan. Tujuannya satu untuk membangun kesadaran pencegahan kekerasan sejak dini.
Wakil Ketua 1 TP PKK Kabupaten Tasikmalaya Khifayati Nursetiana Tasikmalaya dan UPTD PPA Kota Tasikmalaya, Epi Mulyana hadir memberi materi.
Khifayati Nursetiana menjelaskan jenis-jenis kekerasan, pola perundungan, hingga cara melapor yang aman. Khifayati menilai kehadiran satgas sangat penting.
“Kasus kekerasan ini butuh penanganan serius. Kalau tiap fakultas punya satgas, ini sangat membantu kami di pemerintahan,†katanya.
Epi Mulyana menambahkan, satgas memiliki tiga peran yakni deteksi dini potensi kekerasan, edukasi, dan pencegahan tindakan asusila. Ia berpesan agar korban tidak takut melapor. “Kampus yang aman melahirkan generasi yang sehat mental dan sosial,†ujarnya.
Kepala UPT PPA Kabupaten Tasikmalaya Carmono mengungkap data yang jadi perhatian. Tahun 2025, ada 114 kasus di Kabupaten Tasikmalaya, mayoritas pelecehan dan pencabulan anak. Januari-April 2026 tercatat 35 kasus sudah ditangani Polres. Carmono juga menyebut pihaknya menangani kasus warga Tasikmalaya yang menjadi korban di luar provinsi seperti NTT, NTB, dan Bengkulu.
Menurut Carmono, sinergi Kota dan Kabupaten selalu dilakukan dalam penanganan kasus. Ia juga mengingatkan peran orang tua. “Pengawasan dari rumah itu kunci. Jangan sampai anak lepas kontrol,†pesannya.
Sementara data UPTD PPA Kota Tasikmalaya menunjukkan, Januari-Maret 2026 ada 49 kasus: 24 anak perempuan, 21 perempuan dewasa, 4 anak laki-laki. Tahun 2025 total 202 kasus, terdiri dari 81 anak perempuan, 74 anak laki-laki, 40 perempuan dewasa, dan 7 laki-laki dewasa.
Dengan Satgas PPKPT, Unitas berharap jadi pelopor kampus aman di Tasikmalaya. Pencegahan dimulai dari edukasi, keberanian melapor, dan kolaborasi semua pihak.(M.Kris)






