DEPOSTJABAR.COM (CIAMIS).- Cabai produksi Gapoktan Karangsari Kabupaten Ciamis resmi “go” ke Tangerang lewat Kerja Sama Antar Daerah (KAD).
Kesepakatan strategis itu diteken antara BUMD Pangan Kabupaten Tangerang dengan Gapoktan Karangsari saat kegiatan benchmarking, TPID se-Provinsi Banten di Priangan Timur, Rabu (22/07/2026).
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya Azhar Livaldy Setyawigoena menyebut, KAD ini bukan sekadar soal pasokan.
“Tapi ini bukti pertanian masih seksi. Anak muda mau bertani karena ada kepastian pasar dan harga. Regenerasi petani jalan, produksi pangan strategis aman,” tegas Azhar saat meninjau P4S Karangsari.
Di klaster itu, Gapoktan Karangsari punya 50 anggota aktif dengan lahan 40-45 hektare. Pada masa panen puncak, produksi tembus 2 hingga 2,5 ton per hari. Bahkan kelompok tani ini sudah pernah ekspor cabai ke Singapura.
Menurut Azhar, keterlibatan generasi muda di klaster cabai adalah kunci keberlanjutan.
“Yah kalau anak muda sudah turun ke lahan, artinya masa depan pangan kita aman. Tinggal kita pastikan rantai pasoknya efisien, ” ujar dia.
Dengan skema ini ciamis sebagai produsen, Tangerang sebagai konsumen, petani langsung menjual ke BUMD. Rantai panjang yang selama ini bikin harga mahal bisa dipangkas.
Tujuan KAD ini tentunya sangat jelas untuk menjaga kesinambungan pasokan, lancarkan distribusi, perluas akses pasar petani, dan tekan inflasi pangan secara berkelanjutan.
Rombongan TPID Banten juga sempat mampir ke Koperasi Produsen Peternak Ayam Petelur Ciamis P2APC untuk belajar tata kelola koperasi. Fokusnya menjaga efisiensi dan kontinuitas produksi telur, komoditas lain yang sangat memengaruhi inflasi.
Azhar menegaskan dengan penguatan sinergi antardaerah lewat klaster pangan dan perluasan KAD adalah instrumen strategis menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan.
“Maka Kolaborasi ini tidak hanya menekan inflasi, tapi juga memberi nilai tambah ke petani lewat perluasan akses pasar dan kepastian serap hasil,” ujarnya.
Priangan Timur sendiri kata dia, konsisten menjalankan GPIPS – Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera secara Implementasi KAD juga mendukung strategi 4K yakni Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, dan Keterjangkauan harga.
“Ke depan BI akan terus dorong pengembangan klaster, GPIPS, strategi 4K, dan perluasan KAD. Target kita inflasi stabil, ketahanan pangan kuat, petani sejahtera, ekonomi daerah tumbuh inklusif,” pungkas Azhar. (M. Kris)


