Bank Galunggung Kembali Distribusikan Air Bersih untuk 367 KK di Dusun Batulawang Tasikmalaya

DEPOSTJABAR. COM (TASIKMALAYA).- Bank Galunggung Kabupaten Tasikmalaya kembali hadir dan kembali mendistribusikan air bersih Sebanyak 10.000 liter air untuk Dusun Batulawang, Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa(28/7/2026)

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Cahyono membenarkan PT Bank Galunggung (perseroda) kembali menyalurkan air bersih untuk 367 Kepala Keluarga atau 1.060 jiwa yang terdampak krisis air bersih.

Menurut dia, bantuan itu menjadi pase di tengah sulitnya warga mendapatkan air untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Karena musim kemarau yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir mengakibatkan beberapa wilayah mengalami kekeringan.

Kata dia, air bersih yang disalurkan ini diperuntukan untuk Desa Setiawaras, Kecamatan Cibalong, yang mengalami krisis air bersih. Dampaknya, banyak sumur gali milik warga mengalami penurunan debit bahkan mongering.

“Yah akibatnya masyarakat kesulitan luar biasa. Untuk memasak, mandi, mencuci, dan keperluan rumah tangga lainnya saja harus mengantre dan mencari ke sumber yang jaraknya jauh, ” tambahnya

Cahyono merinci sederet persoalan yang membuat Dusun Batulawang rentan krisis air yakni Belum tersedia Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS), kemudian Belum tersedia Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

Lalu, Belum tersedia embung sebagai sarana penampungan air baku, Belum tersedia Sistem Sanitasi Berbasis Masyarakat (SANIMAS) dan selanjutnya Penurunan debit atau mengeringnya mata air. Contohnya Mata Air Lamping dan Sukamulya hingga Penurunan debit atau mengeringnya sumur gali warga.

Kondisi ini membuat warga harus berjalan jauh dan mengeluarkan biaya besar hanya untuk mendapatkan air layak pakai. Di tengah keterbatasan itu, Bank Galunggung turun tangan.

Direktur Bank Galunggung Dede Ruhadiat menyampaikan komitmen perusahaannya untuk terus hadir membantu masyarakat.

“Ini bentuk kepedulian kami. Air adalah kebutuhan dasar. Jika negara dan masyarakat kesulitan, dunia usaha harus ikut hadir. 10.000 liter ini kami distribusikan agar 367 KK di Batulawang bisa bertahan melewati kemarau,” kata Dede.

Truk tangki air bersih milik Bank Galunggung disambut haru oleh warga. Ibu-ibu langsung membawa ember dan jerigen. Anak-anak ikut mengantre dengan wajah cerah karena akhirnya bisa mandi dengan air bersih.

Bantuan ini bukan kali pertama. Bank Galunggung memang rutin menyalurkan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah rawan kekeringan di Tasikmalaya Selatan setiap musim kemarau tiba.

Warga Dusun Batulawang menyampaikan terima kasih. “Alhamdulillah, akhirnya ada yang peduli. Sudah berbulan-bulan sumur kami kering. Terima kasih Bank Galunggung,” ucap salah seorang warga.

Bank Galunggung berharap pemerintah daerah segera membangun infrastruktur air jangka panjang seperti PAMSIMAS, SPAM, dan embung agar krisis serupa tidak terulang setiap tahun.

Sampai kemarau berakhir, distribusi air bersih akan terus dipantau. Karena bagi Bank Galunggung, menjaga hidup masyarakat adalah bagian dari tanggung jawab. (M.Kris)

Berita Jabar Lainnya