DEPOSTJABAR.COM (TASIKMALAYA).- Hari pertama beroperasi, Bank Mini Bank Galunggung di sekolah langsung diserbu siswa dan siswi. Antrean mengular dari pintu masuk sampai ke meja teller. Bukan antre bagi-bagi bansos, ini antrean buka tabungan dan setor uang jajan.
Fenomena ini terjadi di SMK As-Shofa Tasikmalaya, sekolah pertama di Kota Tasik yang punya Bank Beneran di Sekolah hasil kolaborasi dengan Bank Galunggung Perseroda.
Sejak bel masuk, ruang Bank Mini Bank Galunggung sudah penuh. Ada yang pakai seragam rapi, ada yang masih betulin dasi sambil pegang uang 5 ribuan dan 10 ribuan.
Petugasnya bukan orang bank. Mereka siswa-siswi SMK As-Shofa sendiri yang sudah dilatih jadi Teller, CS, dan Marketing. Di belakangnya ada guru pembimbing dan supervisor dari Bank Galunggung.
“Kami kaget. Target 50 nasabah di hari pertama, ternyata tembus ratusan. Anak-anak semangat banget” ujar salah satu pembina Bank Mini.
“Yah Penyebab serbuan ini satu yakni Tabungan SIMPEL Bank Galunggung,” katanya.
“Aturannya super ringan buat pelajar Setoran awal mulai Rp5.000, kemudian Rp1.000 dan Bebas biaya admin dan kita Dapat reward tiap bulan dan Dijamin LPS.”
“Uang jajan receh langsung punya nilai. Nggak heran kalau siswa berbondong-bondong mau punya buku tabungan atas nama sendiri,” katanya.
“Saya nabung dari uang jajan. Sedikit-sedikit, nanti pas lulus bisa buat beli laptop” kata Sinta, siswi kelas X sambil menunjukkan buku tabungannya.
Kabag Pemasaran Bank Galunggung, Ilmi Nurlatifah Dewi menyebut ini bukti bahwa literasi keuangan bisa jalan kalau didekatkan ke siswa.
“Kami ingin tanamkan kebiasaan menabung sejak dini agar tercipta ‘Masa Depan Sejahtera dengan Perencanaan Keuangan’. Sekaligus mencetak lulusan SMK yang Cakap Finansial dan Siap Kerja,” tegas Ilmi.
Bank Galunggung berkomitmen akan menambah jam operasional dan tenaga pendamping. Ke depan, Bank Mini akan jadi pusat edukasi keuangan untuk sekolah-sekolah lain di Tasikmalaya.
“Bukti nyata kalau diberi akses dan tempat, siswa pelajar Tasikmalaya siap melek finansial. Dari Rp5.000 pertama, lahir generasi yang paham uang,” paparnya. (M. Kris)




