DEPOSTJABAR.COM (TASIKMALAYA).- Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara launching Arem Karya Rasa dalam hari kemerdekaan Republik Indonesia di Cafe Aroma Rempah, Jalan Cimulu, Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin malam, 3 Agustus 2026.
Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Candranegara, Kepala Disporabudpar Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana, Owner Aroma Rempah Riyadi Abdil Malik, hingga tamu spesial Presiden Syarikat Makan An-Naim Makkah, Dilal Adlin Fadil.
Riyadi Abdil Malik, Owner Aroma Rempah menegaskan ini kali pertama Festival Arem Karya Rasa digelar.
“Ini kali pertama kami menggelar. Ke depan akan kami jadikan agenda rutin setiap bulan Agustus. Harapannya Aroma Rempah bisa jadi rumah bersama untuk berkumpul, berkreasi, dan mencari inspirasi,”ujar Riyadi.
Ia mengajak pelaku UMKM Tasikmalaya untuk maju bersama.
“UMKM adalah tulang punggung. Kalau kita kompak, pertumbuhan ekonomi Tasikmalaya akan semakin cepat,”tambahnya.
Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candranegara menyambut baik. Ia menyebut festival ini sejalan dengan upaya Pemkot menumbuhkan UMKM dan mendongkrak ekonomi masyarakat.
“Karena Kegiatan launching ini bukan sekadar pesta, ini panggung untuk UMKM Tasik naik kelas.”
“Ini surprise bagi kami. Ternyata owner-nya masih muda, tapi sudah mampu menggagas event sebesar ini. Saya bangga,” ucap Diky.
Ia juga mengajak warga meramaikan festival. Dukungan masyarakat dinilai penting agar UMKM lokal terus naik.
Yang bikin kaget, Diky menyebut ada pengusaha asal Tasikmalaya yang sudah go international sampai Makkah dan membuka di Makkah.
“Saya baru tahu ada orang Tasik yang usahanya sampai ke Makkah. Bahkan bakso gejrot dari sini sudah buka cabang di sana. Ini bukti anak Tasik punya daya saing,”katanya.
Kehadiran Dilal Adlin Fadil dari Syarikat Makan An-Naim Makkah jadi magnet. Ia membuka peluang lebar bagi pelaku kuliner dan usaha Indonesia untuk masuk pasar Arab Saudi.
“Saat ini Arab Saudi sedang gencar dengan fashion Saudi 2030. Pemerintah di sana membuka ruang bagi pengusaha luar untuk ikut membangun. Perhotelan dan transportasi, memiliki cukup peluang di sana,”ujar Dilal.
Ia menyebut hubungan Indonesia-Arab Saudi sangat kuat di sisi agama, budaya, dan ekonomi. Tapi ia mengingatkan usaha di sana harus legal, terkurasi, dan profesional.
“Di sana ada dua kunci yaitu Taswil artinya manajemen yang baik, dan Taswil artinya pemasaran. Kalau dua ini kuat, peluangnya besar,” pungkasnya. (M. Kris)






