Kisah Sewu Dino, Bagian 8

DEPOSTJABAR.COM,- Sri tidak percaya dan selalu menyangkal ucapan itu. Sri terus membasuh Dela, sampai ke tangannya yang penuh dengan luka borok.  Sri terdiam, ia lupa belum mengikat tangan dan kaki Dela. Saat Sri baru menyadarinya, ia menatap Dela membuka mata, tersenyum menyeringai dan melotot kearah Sri.

Sri Kaget, ia berangsur mundur. Namun Dela mencekik leher Sri kuat-kuat.  Ia mengangah, menunjukan gigi hitamnya yang sudah membusuk. Terjadi pergulatan hebat antara Sri dan Dela. Sri hanya berusaha melepaskan cekikan Dela yang sangat kuat yang membuat Sri hampir kehilangan nyawanya.

“Sopo koen ndok (siapa kau nak?)” tanya Dela dengan suara yang berat mirip dengan suara seorang wanita tua. “Nang ndi iki ndok? (dimana ini nak?).” Sri masih mencoba melepaskan cengkraman kuat itu. Namun Dela terus menyeringai.  Air liurnya menetes dan matanya putih, ia tersenyum, “Jawab nek di takoni ndok! (jawab kalau di tanya!!).”

“Sinten njenengan? (siapa kamu?),” tanya Sri sambil terbata-bata, nafasnya semakin sesak. Tawa Dela semakin keras, mebuat Sri menangis ketakutan. Sebelum akhirnya Erna masuk ke kamar karena kributan. Ia bingung melihat Dela terbangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *