{"id":1648,"date":"2022-09-24T06:56:20","date_gmt":"2022-09-23T23:56:20","guid":{"rendered":"https:\/\/depostjabar.com\/?p=1648"},"modified":"2022-09-24T10:57:08","modified_gmt":"2022-09-24T03:57:08","slug":"mampukah-timnas-indonesia-menang-atas-curacao-ini-perhitungannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/depostjabar.com\/?p=1648","title":{"rendered":"Mampukah Timnas Indonesia Menang atas Curacao, Ini Perhitungannya"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>DEPOSTJABAR, <\/strong>(BANDUNG). Mengintip kekuatan Timnas Curacao, yang didominasi pemain Liga Belanda. Seperti diketahui, Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) sudah mengumumkan Timnas Curacao akan menjadi lawan Indonesia di FIFA Matchday, Sabtu 24 September 2022, pukul 20.00 WIB. Laganya berlangsung di Stadion GBLA Kota Bandung,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak hanya satu kali. Pertandingan kontra Curacao dijadwalkan akan berlangsung 2 kali. Laga selanjutnya, akan berlangsung Selasa 27 September 2022 di Stadion Pakansari Cibinong, Bogor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk diketahui, Timnas Curacao merupakan tim yang masuk di bawah naungan CONCACAF atau Konfederasi Sepakbola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat ini Timnas Curacao menempati urutan FIFA ke-84 dunia. Hebatnya lagi, mayoritas penggawa Timnas Curacao bermain di benua Eropa, terutama Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diketahui, ada 10 pemain Timnas Curacao yang membela klub di Belanda. Sebut saja Vurnon Anita, Kevin Felida, dan Jurien Gaari. Ketiga pemain tersebut mentas di RKC Waalwijk, salah satu klub kasta tertinggi Liga Utama Belanda.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu ada pula Michael Maria yang bermain untuk NAC Breda ataupun Tyrick Bodak, yang membela Jong PSV. Kedua tim tersebut, juga merupakan tim asal Negeri Kincir Angir, yang bermain di kasta kedua Liga Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Nama-nama yang disebutkan belum semua, baru beberapa pemain saja. Lantas, mengapa penggawa Timnas Curacao banyak yang main di Belanda? Singkatnya, Curacao sendiri merupakan negara bekas jajahan Belanda.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hubungan mereka dengan Belanda pun masih terjalin baik. Sebab demikian, Timnas Curacao secara tak langsung punya akses untuk menimba ilmu atau berkarier di Belanda, meski mereka masuk dalam geografis Amerika Utara.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan, bukan hanya Belanda. Pemain Timnas Curacao ada juga yang mentas di Inggris. Salah satunya, Juninho Bacuna, yang merupakan pemain dari Birmingham City. Atau Leandro Bacuna, pemain 31 tahun, yang bermain untuk Cardiff City.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dilihat dari rekam jejak para pemainnya, tentu Timnas Indonesia punya pekerjaan rumah yang besar. Bak dua sisi mata uang, Timnas Indonesia bisa semakin mencuat apabila menang lawan Timnas Curacao.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tapi, di lain sisi, Timnas Curacao punya modal besar untuk unggul atas Timnas Indonesia. Jadi, sanggup Shin Tae-yong bawa Timnas Indonesia berjaya lawan Curacao di FIFA Matchday September 2022?<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Ketum PSSI, Mochamad Iriawan berharap pemain timnas Indonesia nantinya tak terlalu memikirkan tentang hasil. Hal paling utama adalah, mendapatkan pengalaman dan belajar dari laga tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Peringkat terpaut jauh tidak apa-apa,&#8221; ucap Mochamad Iriawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Ini yang kita cari, pemain bisa mendapatkan pengalaman.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Saya juga tahu banyak pemain mereka yang bermain di liga-liga hebat di Eropa.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Tetapi jangan patah semangat, apalagi dua kali pertandingan akan dimainkan di Indonesia, pasti suporter juga akan mendukung,&#8221; tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Para pemain muda dari Timnas U-20 yang baru saja lolos ke Piala Asia U20 2023 diharapkan bisa tampil gemilang menghadapi Curacao.<\/p>\n\n\n\n<!--nextpage-->\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejumlah pemain tangguh yang berkiprah di klub luar negeri seperti Elkan Baggott, Saddil Ramdani, Asnawi, Egy Maulana Fikry, dan Witan Sulaeman diharapkan bisa mengimbangi dan mengatasi serangan lawan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Curacoa diprediksi akan tampil menyerang secara agresif apalagi besutan pelatih Remko Bicentini ini juga didukung sejumlah pemain yang memperkuat di klub-klub Eropa seperti Belanda, Portugal, dan Rumania.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berikut daftar pemain Timnas Indonesia dan Curacao:<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Timnas Indonesia<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Muhammad Riyandi, Nadeo Arga Winata, Syahrul Trisna Fadillah, Muhammad Ferrari, Asnawi Mangkualam, Elkan Baggott, Pratama Arhan, Fachrudin Aryanto, Rizky Ridho, Koko Ari, Rachmat Irianto, Marselino Ferdinan, Ricky Kambuaya, Marc Klok, Syahrian Abimanyu, Dendy Sulistyawan, Egy Maulana Vikri, Yakob Sayuri, Witan Sulaeman, Saddil Ramdani, Muhammad Ramadhan Sanantha, Dimas Drajad, Muhammad Rafli.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Timnas Curacao<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayrton Statie, Juninho Bacuna, Leandro Bacuna, Tyrick Bodak, Roly Bonevacia, Shanon Carmelia, Kevin Felida, Kenji Gorre, Bradley Martis, Shermaine Martina, Rangelo Janga, Gino van Kessel, Darryl Lachman, Michael Maria, Rhu-Endly Martina, Sheldrion Mathilda, Bryan Anastatia, Jean-Marc Antersijn, Dylan Timber, Jeremy Antonisse, Gevaro Nepomuceno, Nathangelo Markelo, Justin Ogenia. (<strong>Aris)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengintip kekuatan Timnas Curacao, yang didominasi pemain Liga Belanda. Seperti diketahui, Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) sudah mengumumkan Timnas Curacao akan menjadi lawan Indonesia di FIFA Matchday, <\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[35],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-1648","post","type-post","status-publish","format-standard","category-olahraga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/depostjabar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1648","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/depostjabar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/depostjabar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/depostjabar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/depostjabar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1648"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/depostjabar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1648\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1679,"href":"https:\/\/depostjabar.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1648\/revisions\/1679"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/depostjabar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1648"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/depostjabar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1648"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/depostjabar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1648"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/depostjabar.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=1648"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}