Ketum PB Al-Khairiyah Apresiasi Capaian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo
DEPOSTJABAR.COM (CILEGON) Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) Al-Khairiyah Dr. Ali Mujahidin mengapresiasi capaian pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam melaksanakan program kedaulatan pangan dan energi serta pemberantasan korupsi hingga rencana kebijakan kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Pernyataan itu dikemukakan Ketua Umum PB Al-Khairiyah dalam perbincangan dengan wartawan di Cilegon Banten, Kamis (8/10/2026), menyambut dua tahun kepemimpinan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2026 ini.
Ali Mujahidin mengemukakan, Indonesia mencatatkan tonggak sejarah baru dalam pembangunan nasional melalui capaian swasembada pangan tahun 2025. Capaian ini berhasil diraih lebih cepat dari target nasional, yakni hanya dalam waktu satu tahun dari target empat tahun yang telah ditetapkan pemerintah.
Disebutkan, produksi padi nasional dan cadangan beras tecatat mencapai lompatan paling tinggi sepanjang sejarah. Implikasinya Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami peningkatan signifikan dan menyentuh angka tertinggi yang mencerminkan perbaikan kesejahteraan bagi para petani.
Sementara dalam program kedaulatan energi, pemerintah relatif cepat menurunkan ketergantungan impor, mengoptimalkan energi terbarukan, hingga memperkuat dan mempercepat produksi migas nasional.
Beberapa indikator keberhasilan tersebut antara lain dapat dilihat dari implementasi Biofuel (B50), dimana penggunaan bahan bakar nabati seperti B50 berhasil menekan impor solar secara signifikan dan menghemat devisa negara hingga ratusan triliun rupiah.
Selain itu peningkatan produksi (lifting) migas dan peningkatan produksi minyak mentah domestik, seperti optimalisasi lifting di Blok Cepu serta dorongan percepatan proyek strategis nasional terus berproses.
Dorongan besar terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dipadukan dengan teknologi baterai juga terus berjalan, termasuk di dalamnya mendorong transisi penggunaan energi listrik pada kendaraan bermotor, mobil, bus, hingga penggunaan alat pertanian untuk kepentingan mengurangi konsumsi BBM fosil.
Khusus dalam upaya meningkatkan pendapatan negara, Presiden Prabowo telah membentuk Badan Pengelola Investasi Danantara dan telah mencatatkan peningkatan Return on Asset (ROA) hingga lebih dari 300 persen.
Capaian utama, antara lain melalui peningkatan kinerja dan efisiensi lonjakan Laba & ROA, dimana kinerja keuangan membaik signifikan serta mengubah BUMN yang sebelumnya lama sakit menjadi menghasilkan keuntungan (ROA naik di atas 300 persen).
Capaian lainnya, berhasil mengkonsolidasikan pengelolaan lebih dari 1.000 entitas perusahaan negara di bawah satu kendali manajemen yang terpusat, menempatkan posisi Indonesia sebagai salah satu “sovereign wealth fund” (lembaga pengelola investasi) terbesar ke-6 atau ke-7 di dunia dalam skala global.
Kemudian adanya optimalisasi aset untuk mempercepat program hilirisasi sumber daya alam, termasuk groundbreaking 13 proyek hilirisasi, sementara Danantara berhasil menjadi penggerak modal swasta di dalam dan di luar negeri melalui investasi yang kredibel.
Terkait penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, Presiden Prabowo merespons positif aspirasi publik serta menegaskan tidak akan melindungi siapa pun yang terjerat kasus hukum, termasuk dari kalangan partai pendukung atau orang-orang yang pernah dekat dengannya.
“Dalam hal penertiban aset negara dan efesiensi keuangan negara tampak dapat mencapai Rp52 triliun dalam kurun waktu dua tahun kepemimpinannya,” kata Ali Mujahidin.
Khusus penyelamatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) tercatat mencapai Rp13,24 triliun, dari penguasaan kembali kawasan hutan dan perkebunan ilegal seluas lebih dari 6,2 juta hektar.
Sementara itu Presiden tampak gigih dengan rencana kebijakan kuliah gratis di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan program ini akan tercatat sebagai sejarah besar serta menjadi lentera cahaya mendukung generasi emas SDM Indonesia.
Saat ini Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) sudah menghitung biaya kuliah gratis di PTN dengan jumlah mahasiswa sebanyak 2.833.169 orang dengan anggaran biaya yang disiapkan sebesar Rp93,7 triliun per tahun.
Ketum PB Al-Khairiyah lebih lanjut menyampaikan dukungan sekaligus optimistis terhadap keberhasilan kepemimpinan Presiden Prabowo. “Adapun kekurangan, itu pasti ada, tapi kita harus memberikan dukungan, sebab keberhasilan pemerintah akan membawa kemanfaatan, terutama bagi kesejahteraan rakyat,” katanya. (R/Her/Aat SS).
