Dinkes Majalengka Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Sasar Pencegahan TBC di Jatitujuh

DEPOSTJABAR.COM (MAJALENGKA).- Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka bersama Puskesmas Jatitujuh dan Muspika Kecamatan Jatitujuh menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat, Senin (18/05/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pencegahan penyakit menular paru-paru dan tuberkulosis (TBC).

Pemeriksaan dipusatkan di wilayah Kecamatan Jatitujuh dan diikuti sekitar 150 warga dari 15 desa. Tujuan utama kegiatan adalah mendeteksi dini penyakit paru-paru sekaligus menekan potensi penyebaran TBC di tengah masyarakat.

Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan kondisi paru-paru, pengecekan kesehatan umum, hingga pendataan warga yang berpotensi mengalami gangguan pernapasan. Program ini diprioritaskan bagi kelompok rentan, termasuk warga dengan riwayat merokok berat.

Camat Jatitujuh Agus Mulyanto mengatakan kegiatan ini menjadi langkah antisipasi agar wilayahnya tetap terbebas dari penyebaran penyakit menular.

“Walaupun di Kecamatan Jatitujuh angka penderita maupun penyebarannya masih sangat minim, tetapi pencegahan harus tetap dilakukan sejak dini agar masyarakat tetap sehat dan Jatitujuh menjadi wilayah yang langkung SAE,” ujar Agus.

Ia menambahkan, edukasi kepada warga terus dilakukan agar masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan paru-paru dan tidak mengabaikan gejala batuk berkepanjangan yang bisa menjadi indikasi TBC.

Salah satu warga Desa Jatitengah, Yoyo mengaku, sengaja mengikuti pemeriksaan karena ingin mengetahui kondisi paru-parunya. Sebagai perokok berat, ia merasa perlu melakukan cek kesehatan sejak dini.

“Sekarang sih kondisi sehat, tapi karena saya perokok berat jadi ingin tahu kondisi paru-paru. Apalagi ini program gratis dari Dinas Kesehatan, tentu sangat membantu masyarakat,” kata Yoyo.

Ia menyebut program ini disambut positif warga karena selain membantu mendeteksi penyakit lebih awal, juga meringankan beban masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Majalengka berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC dan penyakit paru-paru semakin meningkat sehingga penyebaran penyakit menular dapat dicegah sejak dini. (Ast)