DEPOSTJABAR.COM (CIAMIS).- Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya menyebut gelaran Jalinan Sinergi Ekonomi Syariah Jazirah x Ciamis Creative Expo CCE 2026 sebagai inovasi besar yang memecahkan sejarah pengembangan ekonomi syariah di Priangan Timur.
Menurut Herdiat, kegiatan kolaborasi bersama Bank Indonesia Tasikmalaya yang digelar di Rest Area Situs Karangkamulyan ini menjadi rol model pertama UMKM halal dan ekonomi syariah di luar kawasan tol.
“Kegiatan ini sangat luar biasa karena mampu menghadirkan kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, lembaga keuangan syariah, akademisi, komunitas, dan masyarakat,” ujar Bupati di lokasi kegiatan, Jumat 5 Juni 2026.
Herdiat menilai Jazirah x CCE 2026 sebagai terobosan baru untuk mengintegrasikan ekonomi syariah dan UMKM halal dengan pariwisata serta ekonomi kreatif.
Ia berharap kegiatan tiga hari ini mampu mendobrak roda perekonomian masyarakat sekitar, khususnya di sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan industri kreatif yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
“Saya melihat potensi ekonomi lokal Ciamis sangat besar. Potensi itu harus didorong lewat penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar. Kegiatan ini bisa menggerakkan ekonomi masyarakat di bidang pertanian, perikanan, UMKM, dan sektor kreatif,” ungkap Herdiat.
Bupati mengapresiasi kehadiran 15 UMKM unggulan yang meramaikan pameran. Ia menilai produk-produk tersebut sudah siap naik kelas dan menembus pasar lebih luas, termasuk pasar modern dan digital.
“Ini harus terus dikembangkan. Saya lihat ada 15 UMKM dengan produk unggulan yang siap naik kelas. Jika model ini berhasil, saya yakin bisa direplikasi di daerah lain sesuai potensi dan karakteristik masing-masing wilayah. Ini bukti bahwa ekonomi syariah bisa tumbuh di mana saja, tidak harus di pusat kota atau kawasan tol,” tegas Herdiat.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Ciamis berkomitmen melanjutkan dukungan program inovasi bersama Bank Indonesia dan seluruh mitra strategis.
Tujuannya jelas, meningkatkan kapasitas UMKM, memperluas ekosistem halal, mendorong digitalisasi ekonomi, dan menjadikan ekonomi syariah sebagai mesin pertumbuhan baru yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat Ciamis dan Priangan Timur secara berkelanjutan. (M. Kris)






