DEPOSTJABAR. COM (TASIKMALAYA).- Menyambut HUT RI ke-81, Pintu Masuk Kantor BPBD Kabupaten Tasikmalaya di Jalan Otista Kota Tasikmalaya tampil berbeda yang biasanya polos kini disulap mirip atap Pura Bali dengan dominasi warna merah, putih, dan emas.
Dekorasi unik ini langsung menarik perhatian warga yang melintas. Bentuk khas atap tumpang atau meru berundak yang mirip pura di Bali atau pagoda di Asia, sedangkan ornamen di ujungnya melambangkan kuncup bunga teratai atau jambu air dipadukan dengan ornamen tiga warna bendera, menciptakan nuansa semangat kemerdekaan sekaligus kearifan lokal.
Reno, salah satu staf BPBD Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan pembuatan dekorasi ini dilakukan secara sederhana namun penuh makna.
“Ini dalam rangka menyambut HUT RI ke-81, dimana kaca-kaca ini kita buat dengan sederhana mungkin dengan menggunakan tiga warna,”ujar Reno saat ditemui, Senin (10/8/2026)
Menurutnya, pemilihan tiga warna bukan tanpa alasan. Setiap warna memiliki filosofi yang selaras dengan tugas BPBD dan semangat kemerdekaan.
“Yah tiga warna ada putih, merah dan warna emas. Warna merah melambangkan keberanian dan perjuangan tanpa henti. Karena setiap ada musibah, Damkar dan BPBD selalu terdepan,” jelasnya.
Reno menyebut untuk warna putih sengaja memberi warna sedikit dan melambangkan kesucian dan kebenaran dalam arti mulia dalam bertugas dengan sepenuh hati dalam bertindak.
Sementara warna kuning emas dipilih sebagai simbol harapan besar bangsa yaitu visi Indonesia Emas tahun 2045. “Dengan cita-cita agar Indonesia menjadi negara maju, berdaulat, adil, dan makmur tepat pada 100 tahun hari kemerdekaan Republik Indonesia,” tambahnya.
Pemilihan bentuk seperti ini juga memiliki maksud kita hidup di Tasikmalaya mempunyai khas yang berbeda beda dan ini ibarat kita singgah di Jawa Barat memperlihatkan atap yang menjulang seperti gedung sate dengan semangat masyarakat Indonesia yang terus naik, tidak pernah surut menghadapi tantangan.
Selain itu, budaya gotong royong yang lekat dengan diteladani oleh personel BPBD dalam menjalankan tugas kebencanaan. Kebersamaan dianggap sebagai kunci utama dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Tasikmalaya.
“Saya berharap dekorasi ini bisa menjadi pengingat bagi seluruh ASN dan masyarakat bahwa semangat 17 Agustus harus terus hidup. Terutama semangat untuk saling membantu saat terjadi bencana. Kami ingin kantor ini tidak hanya jadi tempat kerja, tapi juga jadi tempat yang mengingatkan kita pada perjuangan para pahlawan dan visi Indonesia ke depan,” kata Reno.
Hingga menjelang 17 Agustus 2026, BPBD Kabupaten Tasikmalaya juga menyiapkan berbagai kegiatan lain seperti apel siaga bencana, bhakti sosial, dan edukasi kebencanaan ke sekolah-sekolah.
Dengan mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, BPBD berkomitmen menjadi garda terdepan yang humanis, profesional, dan berintegritas dalam melayani masyarakat Tasikmalaya. (M.Kris)






