Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda  2026: Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya Tunggangi Kuda Pasukan Tempur

DEPOSTJABAR. COM (BANDUNG).- Suasana sakral dan meriah menyatu di puncak Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda 2026, Bupati Tasikmalaya dan Wakil Bupati Tasikmalaya tampil berbeda. Keduanya menunggangi kuda pasukan tempur sebagai bagian dari prosesi kirab budaya Tatar Sunda yang digelar Kiara Artha Park, Sabtu malam 16 Mei 2026.

Penampilan itu langsung menyedot perhatian ribuan warga yang memadati sepanjang rute kirab. Kuda-kuda gagah dari pasukan tempur yang biasa digunakan untuk kegiatan militer dan kehormatan menjadi kendaraan simbolis dalam kirab mahkota, lambang persatuan dan identitas Tatar Sunda. 

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin menyebut momen ini sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah dan semangat kepahlawanan Sunda. 

“Kirab mahkota Binokasih bukan hanya perayaan budaya, tapi juga pengingat bahwa nilai-nilai keberanian, gotong royong, dan persatuan harus terus kita jaga,” ujarnya usai prosesi. 

Wakil Bupati, Asep Sopari Al Alubi menambahkan, menunggangi kuda pasukan tempur memberi kesan tersendiri karena menyatukan unsur tradisi, militer, dan semangat masyarakat. 

“Ini simbol bahwa pemerintahan dan rakyat berjalan bersama, dengan semangat yang kuat untuk membangun Tasikmalaya,” katanya. 

Kirab Mahkota Tatar Sunda tahun ini menampilkan ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat. Prosesi diawali dengan arak-arakan replika mahkota, seni budaya, dan pasukan berkuda, sebelum berakhir dengan pertunjukan seni di alun-alun kota. 

Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati di barisan depan dengan menunggangi kuda pasukan tempur menjadi penanda bahwa tradisi dan pemerintahan modern bisa berjalan seiring, memperkuat identitas Sunda di tengah perkembangan zaman.(M.Kris)