DEPOSTJABAR.COM (TASIKMALAYA).- Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA). Program pinjaman tanpa bunga yang dirancang untuk memutus rantai ketergantungan warga terhadap rentenir dan bank emok.
Peluncuran berlangsung meriah bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2026, di halaman Gedung Bupati Tasikmalaya. Balon udara dilepaskan Bupati Cecep Nurul Yakin bersama Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi dan jajaran Forkopimda sebagai tanda dimulainya program yang dinilai bersejarah bagi pelaku usaha mikro di Tasikmalaya.
Bupati Cecep Nurul Yakin menyebut, KURDA adalah janji politik yang kini menjadi kenyataan. Selama ini, banyak warga kecil terjebak pinjaman ilegal dengan bunga mencekik yang justru membuat ekonomi keluarga semakin terpuruk.
“Hari ini kami menunaikan janji kepada masyarakat. Kredit anti-rentenir ini hadir dengan bunga nol persen agar warga yang kesulitan modal bisa memulai atau mengembangkan usahanya tanpa beban bunga,” ujar Cecep, Kamis 21 Mei 2026.
Untuk tahap awal, Pemkab Tasikmalaya menggandeng dua lembaga keuangan milik daerah, BPR Artha Galunggung dan BPR Artha Sukapura, sebagai penyalur resmi. Kedua BPR ini akan menyalurkan dana langsung ke ribuan pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mengakses permodalan bank konvensional.
Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi menjelaskan, KURDA adalah instrumen strategis untuk pemerataan kesejahteraan. Pemerintah menargetkan program ini menjangkau minimal 7.000 keluarga penerima manfaat di seluruh Kabupaten Tasikmalaya.
“Target kami memperkuat lapisan ekonomi paling bawah. Jika satu keluarga diasumsikan terdiri dari tiga orang, maka ada potensi sekitar 21.000 warga yang bisa terangkat dari zona kemiskinan melalui penguatan daya beli dan pendapatan mandiri,” jelas Asep.
Tanpa beban bunga, pelaku UMKM diharapkan lebih berani berekspansi. Modal yang selama ini menjadi hambatan terbesar bisa diatasi, sehingga lahir wirausaha baru yang menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Pemkab Tasikmalaya berharap KURDA memperkuat struktur ekonomi kerakyatan agar lebih kokoh dan mandiri. Program ini juga menjadi solusi jangka panjang untuk menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Dengan skema yang inklusif dan mudah diakses, KURDA diharapkan menjadi angin segar bagi ribuan keluarga yang selama ini hanya bisa bermimpi mengembangkan usaha. Kini, harapan itu mulai menjadi nyata. (M. Kris)






