DEPOSTJABAR.COM (TASIKMALAYA).- Ratusan Babinsa Kodim 0612/Tasikmalaya dikumpulkan di Aula Makodim 0612 untuk satu misi penting jangan sampai terjebak jeratan pinjaman online (Pinjol) ilegal yang sudah merusak ribuan keluarga di Indonesia.
Kegiatan digelar di Aula Makodim 0612/Tasikmalaya, Jalan Otto Iskandardinata, Kota Tasikmalaya, Senin 18 Mei 2026.
Ruang aula yang biasanya dipakai rapat operasi dan pembinaan teritorial berubah jadi ruang perlawanan terhadap pinjol ilegal. Para Babinsa yang sehari-hari turun ke desa, membina warga, dan menjaga stabilitas wilayah, kini dibekali tameng pengetahuan keuangan agar tidak jatuh ke lubang yang sama.
“Musuhnya tidak pakai senjata, tapi pakai aplikasi dan janji ‘cair 5 menit tanpa agunan’,†ujar salah satu peserta.
Kegiatan bertema “Deklarasi dan Edukasi Keuangan: Tolak dan Berantas Judi Online, Pinjaman Online Ilegal, dan Aktivitas Keuangan Ilegalâ€. ini bukan sekadar seremoni. Ini bentuk sinergitas nyata antara Kodim 0612/Tasikmalaya dan OJK Tasikmalaya untuk meningkatkan kesadaran serta kewaspadaan anggota TNI terhadap ancaman kejahatan finansial digital.
Kepala OJK Tasikmalaya, Nofa Herawati, memberi peringatan keras. Ia menekankan dampak pinjol ilegal bukan sekadar soal uang, tapi menyangkut harga diri, ketenangan keluarga, bahkan keselamatan mental.
“Kalau pinjam online, pastikan sudah terdaftar dan berizin di OJK. Jangan coba-coba main di platform ilegal. Bunganya bisa mencekik, penagihannya bikin trauma. Data pribadi bisa disebar, keluarga ikut diteror lewat telepon dan WhatsApp,†ujarnya di hadapan ratusan peserta.
Nofa membongkar modus pinjol ilegal yang kini makin licik. Awalnya mereka menawarkan pinjaman cepat tanpa syarat. Setelah uang cair, bunga harian yang tidak masuk akal langsung berjalan. Telat satu hari, denda langsung menumpuk.
“Ketika korban tidak sanggup bayar, ancaman dan intimidasi dimulai. Foto pribadi diedit, disebar ke kontak keluarga dan teman. Banyak korban memilih diam karena malu, padahal justru itu yang membuat pelaku semakin leluasa,†jelasnya.
OJK mencatat pengaduan masyarakat terkait pinjol ilegal masih tinggi setiap bulan. Wilayah pedesaan dan daerah dengan literasi digital rendah jadi target empuk. Pelaku tahu, orang yang butuh uang cepat jarang sempat cek legalitas. Begitu terjerat, keluarnya hampir mustahil tanpa bantuan.
Karena itu, OJK menilai Babinsa punya posisi strategis di lapangan. Selain menjaga keamanan wilayah, mereka diharapkan jadi garda depan edukasi keuangan bagi warga binaan.
Satu Babinsa membina puluhan hingga ratusan kepala keluarga. Kalau satu Babinsa paham dan waspada, puluhan keluarga di wilayah binaannya bisa terselamatkan.
“Babinsa harus jadi contoh. Jangan sampai yang bertugas melindungi warga justru jadi korban. Kalau sudah masuk lingkaran pinjol ilegal, tugas di lapangan bisa terganggu. Fokus hilang, mental terganggu, dan nama institusi ikut tercoreng,†tegas Nofa.
Ia juga mempraktikkan cara cek legalitas pinjol langsung di hadapan peserta. Cukup buka situs resmi OJK atau aplikasi OJK, masukkan nama aplikasi, dan dalam hitungan detik akan ketahuan apakah platform itu legal atau ilegal.
Langkah sederhana ini, kata Nofa, bisa menyelamatkan seseorang dari kehancuran finansial yang butuh bertahun-tahun untuk diperbaiki.
Kasdim 0612/Tasikmalaya Mayor Czi Wawan MN yang mewakili Dandim menyebut judi online, pinjol ilegal, dan aktivitas keuangan ilegal sebagai ancaman nyata yang merusak stabilitas ekonomi keluarga hingga tatanan sosial masyarakat.
“Perkembangan teknologi harus diimbangi kesiapan mental dan pengetahuan. Prajurit harus jadi contoh penggunaan teknologi yang bijak serta mampu melindungi diri dan keluarga dari jebakan aktivitas ilegal,†tegasnya.
Menurutnya, prajurit yang gajinya habis karena judi online atau terjerat utang pinjol ilegal tidak akan bisa fokus menjaga wilayah. Ancaman ini menyasar moral, disiplin, dan profesionalisme seorang prajurit. (M. Kris)






