Perkuat Ketahanan Pangan, Kecamatan Rancasari Bandung  Punya Kawasan Kampung Cengek dan Mangga

DEPOSTJABAR.COM (BANDUNG),- Untuk memperkuat ketahanan pangan, Kecamatan Rancasari mencanangkan Kawasan tematik tanaman cengek atau cabai rawit dan buah mangga.

Camat Rancasari, Hamdani mengatakan, pencanangan kawasan cengek dan mangga ini untuk mengantisipasi inflasi dan resesi.

“Menurut para ahli dua komoditas yang mempengaruhi inflasi yakni cengek dan bawang. Kita lihat tanaman Cengek ini cocok untuk ditanam di daerah Rancasari dibanding bawang,” katanya saat menjadi narasumber Podcast Ngariung Potensi Kewilayahan di Kecamatan Rancasari.

Menurutnya, sebanyak 10.000 tanaman cabai rawit telah ditanam di 3 Rukun Warga (RW) yakni di RW 10, 11, 13 Kelurahan Derwati

“Kita launching 10 ribu ke tiga RW tersebut berbarengan dengan kegiatan Bandung Menanam Jilid IV kemarin,” katanya.

Tanaman Cengek tersebut ditanam di pekarangan rumah warga dan lahan kosong lainnya.

Ia mengatakan, bibit tanaman cabai tersebut akan terus bertambah. Targetnya, dari 52 RW di Kecamatan Rancasari sebanyak 75 persennya siap menanam cabe rawit.

Saat ini, pihaknya telah menambah jumlah bibit cabai rawit menjadi 20.000 pohon.

“10 ribu lagi sudah banyak yang antre untuk mendapatkan bibit ini. Dalam satu bulan 20 ribu Cengek sudah terkumpul dari bantuan berbagai pihak, ini setara 5 hektar,” katanya.

“3-4 bulan kedepan bisa panen, bisa menghasilkan 2 ton,” imbuhnya.

Hamdani menargetkan, program kawasan Cengek ini menanam 75.000 pohon setara 10 hektar lahan.

Kawasan Kampung Buah Mangga berada di 2 RW yakni di RW 7 Kelurahan Derwati dan RW 4 Kelurahan Mekarjaya.

Di dua RW tersebut telah ditanam 110 pohon mangga saat Bandung Menanam Jilid I tahun 2019 silam

“Buah mangga, waktu Bandung menanam jilid 1, kita tanam 110 pohon. Sekarang sudah mulai berbuah, kita luncurkan kampung mangga,” ujarnya.

Ia berharap, hadirnya kedua kampung tematik tanaman tersebut dapat membentuk ketahanan pangan mandiri di Kecamatan Rancasari.”Semoga dapat dikembangkan lagi bahkan menjadi pionir untuk dikembangkan di tempat lain,” katanya. (Ali)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *