5 kuliner Jadul di Jogja yang Wajib Banget Dicoba, Inilah  Daftarnya

DEPOSTJABAR.COM. Siapa yang rindu dengan Yogyakarta dan segala kulinernya? Jika ada kesempatan untuk liburan ke Jogja, jangan melewatkan untuk menikmati kuliner khas dan legendaris yang ada di Kota Pelajar ini, ya! Bukan hanya gudeg, ada banyak destinasi kuliner yang bisa dinikmati dan tidak boleh dilewatkan. Penasaran dengan kuliner legendaris Jogja ini, lihat daftarnya di sini, ya!

1. SGPC Bu Wiryo 1959, Selokan Mataram

SGPC adalah singkatan dari Sego Pecel atau Nasi Pecel dalam Bahasa Indonesia. SGPC Bu Wiryo sudah berdiri sejak 1959 dan dulu berada di Kantin Fakultas Teknologi Pertanian dan Perhutanan UGM. Banyak pelanggannya adalah alumni UGM dan salah satunya adalah Presiden Jokowi. Namun kini sudah buka kedai sendiri sehingga bisa mencakup berbagai kalangan. Pecelnya tidak jauh beda dari pecel-pecel lain, lauknya juga standar. Namun, bumbu di sini unik karena cukup encer, namun masih terasa tumbukan kasar kacangnya dan rasanya cenderung manis. Selain pecel, makanan khas di SGPC ini adalah Sop Daging Sapi. Sopnya sangat segar sekali, daging yang terdapat di sopnya juga sangat lezat dan empuk. Terdapat berbagai macam sop kuah bening yang bisa kamu pilih di sini, mulai dari sop daging saja sampai sop sapi dengan bayam.

Harga seporsi nasi pecel Rp19.000 sedangkan seporsi sop daging sapinya Rp 25.000.

2.Soto Bathok Mbah Katro, Sleman

Untuk sarapan, kita carikan kamu salah satu sarapan legendaris di Jogja. Soto Bathok Mbah Katro ini adalah salah satu hidangan favorit untuk sarapan di Jogja. Warungnya terletak di sebuah bangunan saung bambu yang terkesan asri. Soto sapi ini disajikan di tempurung kelapa, dengan isian berupa nasi, tauge, daging, dengan tabungan bawang goreng dan seledri. Selain penampilannya yang unik, tempatnya yang asri namun rasa sotonya juga enak karena segar dan tidak berlemak. Di atas meja juga disajikan tempe goreng dan sate-satean seperti sate telur puyuh untuk hidangan pelengkap. Soto akan lebih terasa lezat kalo kamu tambah jeruk nipis, sambal, dan kecap. Ingin tambah karena kelezatannya? Langsung bisa nambah tanpa khawatir bokek, ya

Untuk seporsi soto hanya dibanderol Rp 5.000 saja!

3. Bakmi Mbah Mo, Bantul

Salah satu kuliner yang menjamur di Jogja adalah Bakmi Jawa. Namun terdapat satu Bakmi Jawa yang sangat terkenal dan legendaris yaitu Bakmi Mbak Mo yang buka sejak 1986. Lokasi warung ini memang sedikit jauh di luar kota Jogja namun orang selalu senantiasa mengunjunginya. Berbeda dari bakmi jawa pada umumnya, Bakmi Mbah Mo tidak memasukkan kecap ke kuahnya, dan tidak menggunakan tomat serta merica sebagai bumbunya. Mbah Mo juga menggunakan telor bebek dan ayam kampung sebagai campuran bakminya. Terbayang gurihnya yang alami, kan? Selain itu tekstur kuahnya lebih kental dan warnanya kuning pucat karena campuran telur bebek.

Seporsi bakmi godog harganya mulai dari Rp. 21.000.

4. Gudeg Mbah Lindu, Gedong Tengen

Gudeg Mbah Lindu merupakan gudeg tertua di Jogja yang sudah didirikan hampir 100 tahun lalu. Mbah Lindu sendiri ketika berjualan awal berusia 13 tahun! Mbah Lindu pada tanggal 13 Juli 2020 lalu meninggal di usia 100 tahun. Dalam 2-3 tahun terakhir Mbah Lindu tidak lagi berjualan dan digantikan oleh anaknya, Ratiyah. Hingga kini resepnya masih sama karena semua dipegang dan dimasak langsung oleh Mbah Lindu. Gudeg Mbah Lindu dijual di tempat yang sederhana yaitu di depan sebuah pos jaga Hotel Grage Ramayana, Jalan Sosrowijayan atau 300 meter dari Malioboro. Meski kursi yang disediakan hanya bangku 1,5 meter, namun pengunjung gudeg ini dari berbagai kalangan. Mulai dari warga Jogja asli, turis lokal, turis mancanegara yang kadang pesan besekan untuk dibawa pulang, hingga tokoh-tokoh terkenal Indonesia termasuk pakar kuliner, William Wongso.

Satu piring Gudeg Mbah Lindu dihargai mulai dari Rp 20.000.

5. Angkringan Kopi Joss Lik Man

Kurang mantap kalau tidak berkunjung ke angkringan yang merupakan salah satu kuliner Jogja legendaris. Nah, angkringan yang berada di dekat Stasiun Tugu Jogja satu ini merupakan ikon khas Jogja. Angkringan legendaris ini telah berjualan sejak tahun 1960-an, dan merupakan pelopor kopi joss di Yogyakarta. Asal mula sebutan ‘joss’ ini dikarenakan cara pengolahan kopinya. Setelah kopi dimasak dan dituang di gelas, dua buah arang membara dimasukkan ke dalam gelas. Saat arang yang masih menyala masuk ke kopi, akan muncul asap dan buih putih yang mengeluarkan suara “joss”. Selain karena suara ini, ‘jos’ juga karena racikan kopinya yang kuat dan berani, karena ‘jos’ berarti mantap. Selain menjual kopi joss, angkringan ini menjual berbagai makanan dan minuman khas angkringan seperti teh jahe, gorengan, nasi kucing, dan lauknya.

Harga segelas kopi joss adalah Rp 4.000 sedangkan nasi kucing dijual mulai Rp 2.000 dan satenya mulai dari Rp 1.000.

Itulah kuliner legendaris yang ada di Kota Jogja, jangan terlewatkan. (Ririn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *